Mengenali Tindak Pidana Korupsi dari Media Massa dan Analisis

I Made Kastama

Sari


Korupsi sebagai fenomena sosial yang tidak berkesudahan merupakan realitas perilaku manusia dalam interaksi sosial dalam lingkungan pergaulan dan lingkungan kerja yang dianggap menyimpang serta membahayakan masyarakat dan merugikan negara. Korupsi muncul dalam banyak bentuk, dan membentang dari soal sepele sampai pada soal yang amat besar, bisa menyangkut penyalahgunaan kebijakan seperti soal tarif, kredit, pajak dan sebagainya. Perilaku korupsi adalah mengambil secara tidak benar dan tidak jujur perbendaharaan milik publik atau barang yang diadakan dari pajak yang dibayarkan masyarakat untuk kepentingan memperkaya dirinya sendiri. Korupsi sebagai tingkah laku yang menyimpang dari tugas-tugas resmi suatu jabatan secara sengaja untuk memperoleh kekayaan.
Korupsi perlu ditekan seminimal mungkin, oleh karena itu peran masyarakat sangat diperlukan dalam upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi yang dapat diwujudkan dalam bentuk mencari dan memperoleh serta memberikan informasi yang patut diduga bahwa terlah terjadi penyelewengan keuangan negara.

Kata Kunci


Korupsi, Akibat Hukum, Pencegahan

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Danil Elwi, 2012. Korupsi, Konsep, Tindak Pidana dan Pemberantasannya. Raja Grafindo Persada: Jakarta.

Panduan Bantuan Hukum Di Indonesia. 2014. Pedoman Anda Memahami Dan Menyelesaikan Masalah Hukum. Australian AID, Indonesia.

Marbun Rocky, 2011. Kiat Jitu Menyelesaikan Kasus Hukum, visimedia, Jakarta.

Undang-Undang RI Nomor 46 Tahun 2009 Tentang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Citra Umbara: Bandung.

Kalteng Pos hari Kamis, 25 Juni 2015

Kalteng Pos hari Sabtu, 8 Agustus 2015

Kalteng Pos hari Minggu, 14 Juni 2015

Kalteng Pos hari Jumat, 24 Juli 2015

Kalteng Pos hari Kamis, 23 Juli 2015

Kalteng Pos hari Selasa, 21 Juli 2015


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Copyright © 2012-2016 Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya