Menumbuhkembangkan Minat Belajar Siswa-siswi Tingkat Dasar dan Menengah di Pasraman Kilat Batola

I wayan karya

Sari


Proses pendidikan sangat menentukan jati diri seseorang dan menunjang keterampilan dan kecerdasan seseorang dalam hidupnya. Oleh sebab itu, pendidikan merupakan suatu hak dan kewajiban bagi setiap manusia untuk dapat merasakan dan memperolehnya.
Pendidikan agama merupakan salah satu pendidikan yang membantu perkembangan manusia, khususnya membantu dalam perkembangan etika dan moral. Dengan demikian, pendidikan agama di Indonesia mendapat porsi yang cukup dalam sistem pendidikan. Diharapkan, nantinya melalui pendidikan agama dapat meningkatkan etika moral dalam rangka memelihara kerukunan bangsa, saling hormat menghormati antar pemeluk agama yang berbeda.
Pendidikan nilai-nilai ajaran agama Hindu yang sistematis dan berkelanjutan perlu dilaksanakan dan dikembangkan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan, kecerdasan dan nilai keagamaan umat Hindu pada umumnya dan terutama bagi generasi muda Hindu pada khususnya. Guna mencapai tujuan tersebut dibutuhkan adanya lembaga pendidikan agama Hindu baik formal maupun non formal sebagai wadah penyelenggara pendidikan nilai-nilai ajaran agama Hindu. Lembaga-lembaga seperti itulah yang diharapkan dapat berperan secara aktif dalam upaya pembentukan insan-insan Hindu yang berbudi luhur.
Untuk dapat melihat keberhasilan proses kegiatan pembelajaran, seluruh faktor-fakor yang berhubungan dengan guru dan siswa harus dapat diperhatikan. Mulai dari perilaku guru dalam mengajar sampai dengan tingkah laku siswa sebagai timbal balik dari hasil sebuah pengajaran. Tingkah laku siswa ketika mengikuti proses pembelajaran dapat mengindikasikan akan ketertarikan siswa tersebut terhadap pelajaran itu atau sebaliknya. Ketertarikan siswa inilah yang merupakan salah satu tanda-tanda minat.
Sistem Pasraman menggambarkan hubungan yang akrab antara para guru (Acarya) dengan para sisyanya (siswa), bagaikan dalam sebuah keluarga, oleh karena itu sistem ini dikenal pula dengan nama sistem pendidikan “gurukula”. Beberapa anak didik tinggal di Pasraman bersama para guru sebagai anggota keluarga, dan para guru bertindak sebagai orang tua siswa sendiri. Konsep Pasraman yang berkembang sekarang diadopsi dari sistem pendidikan Hindu pada masa lampau di India Kuna seperti yang tertian pada Pustaka Suci Weda dan hingga kini masih tetap terpelihara. Proses pendidikan di Pasraman dari masa lampau itu masih tetap berlangsung sampai saat ini dikenal pula dengan istilah lainnya yakni Sampradaya atau Parampara.

Kata Kunci


Belajar di Pasraman

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Arsada, Wayan. 2006. Pola Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu pada sekolah Berbasis Hindu di lembaga Pendidikan Hindu Widya Dharma Kabupaten Bangli. Tesis. Denpasar: Program Pasca Sarjana Instititut Hindu Dharma Negeri.

Crow & Crow. 1988. Psikologi Pendidikan terjemahan Kasijan. Jakarta: RinekaCipta

Dalyono, M. 1997. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Djamarah, SB. 2011. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Depdiknas RI. 2003. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Pendidikan Nasional. Pemerintah RI.

Herlina. 2010. Minat Belajar. Jakarta: Bumi Aksara.

Hurlock, E.B. 1999. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.

Sardiman. 2008. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Slameto.2010. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Sudarsana, I Ketut. 2009. Pengembangan Ashram Sebagai Lembaga Pendidikan Hindu Dalam Kerangka Sistem Pendidikan Nasional. Denpasar: Fakultas Dharma Acarya IHDN.

Suryanto. 2004. Tesis(Problematika Penyelenggaraan Pendidikan Berbasis Hindu di Indonesia, Sebuah Kajian dari Perspektif Pendidikan Hindu Tradisional Model Gurukula di India). Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Suyono & Hariyanto. 2012. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Rosdakarya Remaja.

Syah, Muhibbin. 2011. Psikologi Belajar. Ed, Revisi,11. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Tim Penyusun. 2005. Pedoman Penyelenggaraan Pasraman. Surabaya: Paramita.

Widyastana. 2002. Yadnya pengetahuan menyelamatkan generasi. Majalah Hindu Raditya No. 35.

Winkel, WS. 1983. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta: Gramedia.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Copyright © 2012-2016 Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya