Fungsi Pengadilan Penyelesaian Konflik (Perspektif Hukum Nasional)

I Nyoman Subrata

Sari


Dalam dalam persaingan global, maka keberadaan hukum sebagai bagian dari pluralisme hukum yang ada di Indonesia, setelah melalui kajian sosiologi-empiris, kajian – kajian sejarah hukum.Dengan memperdayaan potensi masyarakat dapat tetap terbina dan hidup sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam upaya dalam pemgembangan hukum nasional yang ada, dalam penyelesaian persengketa atau konflik yang masuk kejalur pengadilan.
Persengketaan hukum adalah salah satu wujud dari konflik pada umumnya dan Karena konflik tidak selalu identik dengan persengketaan hukum.Fungsi hukum adalah untuk menyelesaikan konflik di dalam masyarakat. Sebagaimana di kemukakan oleh Harry C.Bredemeier (Aubert,1975 :52-52) The fungction of the law is the orderly resolution of conflicts. As this implies, the law (The clearest model of which I shall take to be the court system) is brought
into operation afer there has been a conflict someone claims that his interests have been violated by someone clse the courts task is to render a decision that will prevet the conflict –and all potential conflicts like it –from disrupting productive cooperation
Jadi Menurut Harry C.Bredemeter, fungsi hukum adalah menertibkan pemecahan konflik -konflik secara tidak langsung, sistem pengadilan baru beroperasi setelah baru ada konflik yaitu : jika seorang mengklaim bahwa kepentingan telah diganggu oleh orang lain, tugas pengadilan adalah untuk mambuat suatu putusan yang akan mencegah konflik dari gangguan. Dan hukum barulah dimulai jika terjadi suatu konflik antara dua pihak yang kemudian diselesaikan dengan bantuan pihak ketiga.
Dalam pandangan kawashima sebagai seorang sosiologi hukum jepang, besar kemungkinan tiada masyarakat di dunia ini dimana penyelesaian konflik melalui litigasi atau pengadilan dianggap sebagai cara yang normal untuk menyelesaian persengketaan atau konflik. (Ali Achman, 2012:93)
Rescoe pound (1942), mengemukan bahwa masyarakat terdiri kelompok – kelompok dimana di dalamnya sering terjadi konflik antara kepentingan yang satu dengan yang lainnya tetapi ada suatu kententuan yang mendasar di belakang konflik -konflik itu. Fungsi hukum Menurut rescoe pound untuk memenuhi peran rekonsiliasi dan untuk menciptakan keharmonisan sebagai tuntutan dan kebutuhan yang saling bertentangan, hukum merupakan bentuk rekayasa sosial yang di arahkan tercapainya keharmonisan social.

Kata Kunci


Fungsi Pengadilan, Penyelesaian Konflik

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Achmad Ali.Dkk.Menjelajahi Kajian Empiris Terhadap Hukum. Kencana

Prenada Media Group:Jakarta. 2012

Beni Ahmad Saebani.Sosiologi Hukum.Pustaka Setia. Bandung. 2007

Hendra Nurtjahjo dan Fokky Fuad,Legal Standing Kesatuan Masyarakat Hukum

adat. Salemba Humanika: Jakarta. 2010

H.Zainuddin Ali.Sosiologi Hukum. Sinar Grafika.Jakarta.2005

IIhami bisri.Sistem Hukum Indonesia (Prinsip - prinsip dan Implementasi Hukum di

Indonesia). PT.Raja Grafindo Persada. Jakarta.2011

Jimly Asshiddiqie.Dkk. Teori Hans Kelsen Tentang Hukum.kontitusi PressJakarta.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Copyright © 2012-2016 Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya