Hari Raya Nyepi Sebagai Awal Memulai Kehidupan Baru

Ni Made Ratini

Sari


Sumber kehidupan dimulai dari kosong, ini dapat di buktikan bukankah kalau sembahyang Panca sembah di awali dengan sembah yang kosong dan diakhiri dengan kosong pula. bukankah bila hendak belajar untuk meningkatkan prestasi yang lebih baik harus di awali dengan pikiran yang kosong, di masa laluumumnya anak-anak pelajar saat akan menghapi ujiania akan belajar sekitar jam 3-4 pagi, karena pada jam-jam tersebut di kategorikan pikiran manusia masih murni dan belum di selimuti oleh hal-hal yang lainnya.
Begitu juga mesin-mesin bila hendak meningkatkan produksinya dengan baik, mesin itu harus diistirahatkan paling tidak 1-2 jam. Demikian juga bila hendak membangun sebuah rumah, kantor, gedung, atau bangunan lainya, rumput-rumput dan pohon-pohon di tempat itu harus di bersihkan, sehingga tanah itu menjadi kosong.Agar menjadi seimbang pembersihan itu dilakukan dalam dua cara yaitu: Pembersihan secara jasmani/fisik, dan pembersihan secara Rohani/non fisik. Secara jasmani rumput dan pepohonan yang ada di atas tanah yang akan di bangun dibersihkan sehingga tanah itu menjadi kosong. Secara rohani tanah yang akan dibanguni itu harus di upacarai yaitu disebut upacaranguruak. Dengan demikian terjadilah keseimbangan, sesuai dengan tujuan agama dan tujuan pembangunan Nasional.
Dalam Kitab Nitisastra ditegaskan dari kekesongan inilah lahir awal penciptaan. Dari kosong inilah lahir rwabhineda (dualitas). Karena itu Sepi/kosong tiada lain adalah sebagai sumber kehidupan/awal memulai kehidupan baru, awal kebangkitan dan sumber kekuatan. Demikian hari Raya Nyepi sebagai simbol awal memulai kehidupan baru.

Kata Kunci


Nyepi, Kehidupan Baru

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Kajeng I Nyoman, dkk. 2005. Sarasmuscaya. Surabaya: Paramita.

Cudamani, 1993. Pengantar Agama Hindu Perguruan Tinggi. Jakarta: Hanoman sakti.

------------, 1989,Upanisad. Jakarta Hanoman sakti

------------, 1990,Peranan adat dalam agama Hindu, Jakarta, Yayasan Dharma Srati.

________. 1990. ApakahUpakaraBantenMasihPerlu. Jakarta :Yayasan Dharma Srati Jakarta.

Netra Anak Agung Gde Oka, 1995. Tuntunan Dasar Agama Hindu. Jakarta: Hanoman sakti.

Miartha,2010, Tradisi beragama Hindu, Diktat bahan ajar, IHD Denpasar

---------,2011, Keberagaman dalam Hindu, Diktat bahan ajar,IHD

Denpasar

Mas Putra,1989, Upakara Yadnya, Jakarta,Yayasan Dhara Sarati

Puja, Gede, dkk. 2003. Manawa Dharmasastra. Jakarta :PustakaMitra Jaya.

Puja, Gede. 2005. Bhagawad Gita. Surabaya :Paramitha.

Sudarta, Tjok. 2003. Slokantara. Surabaya :Paramitha Surabaya.

Suarjaya I Wayan. 2004. Makalah Pembekalan Rapat Kerja Pejabat Pusat dan Daerah Departemen Agama, Depag RI Jakarta.

SudhartaCok. 2003. Slokantara, Surabaya: Paramita.

Sujaya I Gusti. 1995. Beragama Hindu Belum Tentu Hindu Majalah AgamaHindu Dan Kebudayaan Aditya. PT Manember swadaya.

Sura I Gede. 2001. Pengendalian Diri Dan Etika. Jakarta : Hanoman Sakti.

Suteja Mertha. 2006. Kata Pengantar Sembahyang Bukan Hanya Di Pura. Yayasan Dharma Naradha.

Suyasa I Made. 2002. Nilai-Nilai Dalam Lingkungan Keluarga. Denpasar: Warta Hindu Dharma.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Jurnal Tampung Penyang - STAHN-TP Palangka Raya